Berita & Artikel

Informasi terkini seputar kegiatan, kebijakan, dan inovasi diklat industri.

search
Pelatihan PFPP Angkatan II 2023 Berjaya: Tingkatkan SDM Kompeten
Pelatihan
calendar_today 27 Nov 2023 visibility 7,709

Pelatihan PFPP Angkatan II 2023 Berjaya: Tingkatkan SDM Kompeten

Pusbindiklat SDM Aparatur  - BPSDMI Kementerian Perindustrian dengan bangga mengumumkan keberhasilan pelaksanaan Pelatihan Dasar Pejabat Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan (PFPP) Angkatan II Tahun 2023. Pelatihan ini diadakan untuk memberikan bekal kepada para pejabat fungsional penyuluh agar dapat melaksanakan tugas jabatan sesuai dengan ruang lingkup tugas penyuluh perindustrian dan perdagangan. Pelatihan berlangsung selama 14 hari waktu efektif dengan menggunakan sistem Blended Learning, yang terdiri dari tahap  Distance Learning  (daring) pada tanggal 6-16 November 2023 dan tahap Klasikal (tatap muka) pada tanggal 19-25 November 2023. Metode blended learning ini menggabungkan pendekatan daring melalui aplikasi Zoom dan tatap muka di Gedung Balai Diklat Industri Yogyakarta Kementerian Perindustrian. Tujuan dan Peserta Pelatihan Tujuan utama dari pelatihan ini adalah memberikan bekal kepada pejabat fungsional penyuluh perindustrian dan perdagangan (PFPP) dalam melaksanakan tugas jabatan sesuai dengan ruang lingkup tugas penyuluh perindustrian dan perdagangan. Sejumlah 30 orang peserta berasal dari Pegawai Negeri Sipil Dinas Kabupaten/Kota/Provinsi yang menangani urusan bidang Industri di seluruh Indonesia. Peran Penyuluh Perindag Pembangunan Industri Nasional yang Berdaya Saing Global Pentingnya peran Pejabat Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan (Penyuluh Perindag) dalam mendukung pembangunan industri nasional yang berdaya saing global tidak dapat diabaikan. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) di seluruh Indonesia. Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, sosial-kultural, dan adaptif terhadap teknologi para penyuluh perindustrian dan perdagangan. Dengan demikian, diharapkan IKM di Indonesia dapat menjadi lebih tangguh dan menjaga daya saingnya, bahkan hingga ke tingkat global. Evaluasi dan Hasil Pelatihan Pelatihan ini dilakukan melalui evaluasi yang komprehensif, mencakup pretest dan posttest terhadap materi pelatihan, penilaian keaktifan dalam diskusi dan penugasan, ujian tulis (komprehensif), dan presentasi simulasi penyuluhan.  Hasil evaluasi menunjukkan prestasi peserta yang memuaskan, dengan nilai rata-rata 79.85. Sebanyak 13 peserta meraih predikat memuaskan, sementara 17 peserta meraih predikat baik sekali. Nilai tertinggi peserta mencapai 86,56. Pada akhir pelatihan, peserta memberikan penilaian yang sangat memuaskan terhadap pengajar/praktisi dengan hasil menunjukkan bahwa pengajar/praktisi telah memenuhi harapan peserta dengan baik. Selain itu, hasil evaluasi terhadap kinerja penyelenggara menunjukkan kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan pelatihan.

#Berita #Pelatihan #Pembinaan JF
FGD Produktif Kementerian Perindustrian: Optimalkan Pelatihan ASN 2024
Pelatihan
calendar_today 25 Agt 2023 visibility 13,013

FGD Produktif Kementerian Perindustrian: Optimalkan Pelatihan ASN 2024

Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan SDM Aparatur - BPSDMI telah sukses menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan kebutuhan pelatihan ASN tahun 2024 di lingkungan Kementerian Perindustrian. Acara yang berlangsung di Hotel Horison - Bekasi (23-25/08/2023), bertujuan untuk memetakan serta memahami kebutuhan pelatihan yang dibutuhkan oleh ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka di tahun mendatang. Kegiatan FGD ini dibuka oleh Ir. Restu Yuni Widayati, yang merupakan Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan SDM Aparatur. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan harapannya kepada seluruh peserta FGD untuk dapat aktif berpartisipasi dan memberikan kontribusi yang berarti dalam diskusi ini. "Saya berharap semua peserta Focus Group Discussion ini dapat memberikan sumbangsih dan sekaligus berbagi kemampuan untuk melaksanakan pembinaan secara maksimal kepada ASN binaan kita, khususnya Pejabat Fungsional," ungkapnya. Lebih lanjut, Ir. Restu Yuni Widayati juga menyoroti perjalanan pembinaan jabatan fungsional dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengakui bahwa perubahan dan penyesuaian telah terjadi dalam pembinaan jabatan fungsional, yang sering kali tidak mudah. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak terkait untuk memberikan dukungan dan pengawalan yang tepat guna memastikan ASN tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi tugas dan hak-haknya. BPSDMI-Kementerian Perindustrian memiliki komitmen untuk meningkatkan kapasitas dan mendukung peran pendampingan bagi seluruh Pejabat Fungsional. Tujuannya adalah menghindari potensi kerugian berkelanjutan yang mungkin diakibatkan oleh kurangnya kesiapan dalam melaksanakan tugas pembinaan. Kegiatan FGD ini dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam lingkungan Kementerian Perindustrian. Antara lain adalah Kepala Biro OSDM, Kepala Biro Perencanaan, Sekretaris Inspektorat Jenderal, serta perwakilan dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan dan Ketua Asosiasi Pejabat Fungsional Penyuluh Perindag sebagai narasumber. Tidak hanya itu, para Unit Pembina Jabatan Fungsional di lingkungan Kementerian Perindustrian juga turut berpartisipasi, bersama dengan pegawai dari Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan SDM Aparatur. Sebelum pelaksanaan FGD, telah dilakukan pengumpulan data secara daring maupun dalam bentuk rapat. Data-data tersebut dianalisis untuk memahami kebutuhan pelatihan di setiap unit pembina Jabatan Fungsional. Selain itu, sinkronisasi data juga dilakukan dengan Unit Development Plan yang berasal dari Biro OSDM. Dari proses analisis yang dilakukan, dihasilkan rekomendasi pelatihan yang dianggap diperlukan untuk tahun 2024. Dengan adanya Focus Group Discussion ini, diharapkan bahwa langkah-langkah pengembangan dan pelatihan ASN di lingkungan Kementerian Perindustrian dapat lebih terarah dan efektif, sehingga ASN dapat memberikan kontribusi maksimal dalam menjalankan tugas-tugas mereka yang semakin kompleks .

#Berita #Pelatihan